Skrebel Word Generator, untuk Bantu Kamu Main Scrabble

Semua bermula saat saya ikut sebuah kuis online, dimana setiap peserta mengumpulkan huruf-huruf yang dibagikan moderator dan menyusun kata terpanjang dalam bahasa Indonesia, dengan syarat harus ada dalam KBBI.

Saya mendapat 20-an huruf yang membuat saya cukup pusing, bagaimana untuk membuat kata sepanjang mungkin dari huruf-huruf ini. Saya mencoba memanfaatkan fitur ‘Memuat’ pada KBBI online dimana output kata akan memuat input kata, misal input ‘das’ akan mengasilkan ‘akomodasi’, ‘cadas’, dll..

Tapi tetap saja saya harus nguli untuk dapat kata terpanjang.

Tiba-tiba terbesit sebuah ide. Sebagai seorang programmer, tentu terpikir untuk menyerahkan tugas nguli pada komputer.

Awalnya saya mencoba mencari di Google, mungkin sudah ada program ‘word generator’ yang dibuat orang. Dan ternyata ada banyak. Namun sayang, semua hanya menghasilkan kata dalam bahasa Inggris.

Akhirnya karena tidak bisa menemukan yang sudah ada, saya inisiatif membuat program sendiri. Singkat cerita jadilah ‘Skrebel Word Generator’.

Image

Dalam menggunakannya, kita hanya perlu input huruf-huruf yang ada, dan.. tada! Keluar kata-kata yang sesuai. Karena sudah jadi yang bahasa Indonesia (KBBI), sekalian saya buat juga yang bahasa Inggris (OSWI).

Bagi yang ingin mengunduh, bisa diunduh di sini, gratis kok toh buatnya ga sulit. Kalau sudah mencoba dan ingin memberi masukan sangat dipersilahkan.

Oiya, untuk lucu-lucuan saja, coba masukkan nama lengkap seseorang, checklist ‘Only show words with maximum length‘, dan tekan enter, hasil yang keluar mungkin merepresentasikan orang tersebut hehe. Contoh:

Image

Andik sekarang sedang jadi anak emas nya timnas Indonesia kan? 😀

Hasil kuis onlinenya? Tentu saja saya menang hehehe

Advertisements

Ngerjain Penipu XD

Lagi bosen di kamar, kejebak hujan ga bisa keluar, tiba-tiba ada telepon ga dikenal.

P1 (penipu): (nangis) “Pa tolong pa adek kena razia pa huhuhu”

S (saya): “Ini siapa?”

P1: “Ini adek pa lagi di kantor polisi huhuhu”

Jiah ketauan ini kemungkinan besar penipuan, boro-boro punya anak, jodoh aja belum ketemu (curcol), nangisnya juga kayak dibuat-buat, langsung saya tutup.

Tapi berhubung lagi bosen kayaknya seru juga ngerjain penipu, yaudah saya miscall berharap ditelpon lagi (kalo saya yang nelpon sayang pulsa wkwk). Dan beneran ditelpon lagi.

P1: “Kak tolong kak adek kena razia huhu” (tiba2 jadi ‘kak’ haha, entah tadi salah denger atau memang saya bersuara lebih muda)

S: “Ini Kiki ya? kamu kenapa Kiki?” (nyebut nama biar berasa percaya, namanya ngasal)

(Teleponnya dikasih ke orang lain, sekarang suaranya berat)

P2: “Halo, ini dengan bapak siapa?”

S: “Saya Amat” (ngasal lagi)

P2: “Bapak Amat, saya briptu Iwan dari kepolisian, Kiki sedang bersama kami, dia terjaring razia, tertangkap membawa narkoba jenis sabu-sabu di motornya dst dsb” (ngomong panjang lebar cepet bener kayak penyiar radio, keliatan udah sering modus ginian)

S: “Ga mungkin pak, Kiki anak baik-baik kok!” (pura-pura panik)

P2: “Demi menjaga nama baik keluarga bapak, bapak mau Kiki dipenjara atau kita selesaikan dengan jalan kekeluargaan?” (pasti duit nih)

(Basa-basi kurang percaya dulu sebelumnya, tapi P2 terus meyakinkan dengan jurus omongan panjang lebar yang ga ada intinya)

S: “Kalau bisa jalan kekeluargaan pak”

P2: “Kalau begitu bapak bisa kirimkan 10 juta sebagai ucapan terima kasih, anak bapak sudah saya amankan di mobil pribadi saya, nanti akan diantar pulang oleh rekan saya” (tuh kan duit)

P2: (bukan ngomong ke saya tapi sengaja kedengeran) “Sudah, sudah, jangan dipukuli lagi”

S: “Waduh pak besar sekali uangnya”

P2: “Yasudah bapak adanya berapa?”

S: “1 juta pak”

P2: “Yasudah anda transfer saja dalam bentuk pulsa, jangan bicarakan ini dengan siapapun, teleponnya tidak usah ditutup supaya kami bisa dengar bapak beli pulsa” (buset pulsa 1 juta haha)

Akhirnya saya dikasih dua nomor telepon telkomsel, diminta transfer masing-masing 500 ribu. Tapi saya buat lama dan berbelit-belit, berikut cuplikannya:

P2: “Kenapa pulsanya belum masuk?”

S: “Mungkin gangguan pak, ditunggu aja”

P2: “Yasudah beli voucher aja 100 ribu, nanti sebutkan nomornya”

(setelah sekian lama)

S: “Ini pak nomornya” (ngasih 16 digit ngasal)

P2: “Nomornya salah ini! kamu jangan main-main ya dengan saya! Mau Kiki saya penjarakan?!!” (mulai kesel)

S: “Benar pak ini, voucher 100 ribu! Nih tulisannya: smartfren 100 ribu”

P2: “Kenapa beli smartfren! Yang simpati! Aduh gimana bapak ini!”

S: “Oh beda ya pak”

P2: “Cepat beli yang simpati! Waktu anda tidak banyak, banyak kasus yang harus saya tangani!”

(setelah sekian lama lagi)

S: “Pak kalau yang simpati ga ada”

P2: “Jangan main-main ya! saya tidak dengar kamu bicara dengan counternya!”

S: “Benar pak, nih kalo ga percaya dengerin orang counternya”

(Buka google translate, pake fitur speech)

Google Translate: “habis.”

P2: “Kamu jangan main-main ya sama saya!” (beneran marah ini kayaknya wkwk)

Cuplikan lain:

S: “Saya mau ngomong dulu sama Kiki, saya mau pastikan dia aman”

P2: “Tadi kan bapak sudah bicara, Kiki sudah saya amankan di mobil saya bla bla” (keluar lagi jurusnya)

S: “Saya harus bicara! Jangan-jangan itu bukan Kiki”

(P2 terus berkelit, iya sih kalo saya ngomong ke P1 pasti saya bakal ngasih pertanyaan yang ga bisa dia jawab)

S: “Saya mau pastikan, coba tanyakan nama lengkapnya Kiki siapa”

(P2 masih berkelit)

S: “Yasudah coba dulu tanya, namanya Kiki Walawala bukan”

P2: “Siapa?”

S: “Kiki Walawala”

P2: “…Iya dia bilang namanya Kiki Walawala”

S: “Lah tapi Kiki Walawala ada di tempat saya, dia pasti kembarannya!”

P2: “Siapa namanya?”

S: “Kiki Welewele”

P2: “…”

P2: “Iya betul pak” (kayaknya nahan kesel wkwk)

Akhirnya lama-lama puas n cape juga, total udah 40 menit lebih kebanyakan karna nunggu saya beli pulsa padahal cuma duduk depan laptop haha. Akhirnya saya pura-pura sadar kalo ‘Kiki’ ternyata tidak di kantor polisi dan si penipu langsung tutup telponnya.

Sebenernya akhirnya pengen epic gitu tapi ga kesampean haha, padahal udah direkam loh pembicaraannya :P. Pembaca yang punya teknik ngerjain penipu yang epic, silakan komentar mungkin lain kali bisa dipake :D.

Pembimbing dan Penguji TA, Perlukah Dikhawatirkan?

Hello WordPress! Langsung saja, postingan pertama saya di blog ini adalah tentang kegalauan TA (Tugas Akhir/Skripsi). yeah.

Saat ini di program studi saya, Teknik Informatika ITB, sedang memasuki masa seminar TA. Dan tidak bisa dihindari bahwa trending topic mahasiswa IF saat ini adalah tidak jauh dari pembimbing dan penguji.

“Duh penguji gw siapa ya..?”, “Kalo Pak/Bu X mampus dah gw”, “Lu mah enak pembimbingnya Pak/Bu Y, pasti pengujinya ga berani ngebantai“, dll dsb

Dan setiap saya mendengar pembicaraan sejenis ini, entah kenapa saya terpikirkan sesuatu. Masih terkait pembimbing dan penguji. Tapi terkait juga tentang kehidupan setelah kematian.

Tentu umat Islam telah tau bahwa ketika mereka telah berada di dalam kubur, hanya mengenakan kain kafan, gelap, sendirian, akan datang dua malaikat penguji yaitu Munkar dan Nakir. Dikatakan bahwa ujian ini sangat berat, dan jika gagal maka siksa kubur telah menanti. Bukan sejam, seminggu, sebulan, setahun, melainkan beribu-ribu tahun lamanya.

Nah terkait pembimbing, saya teringat pernah membaca di buku Fadhilah Amal, berikut kutipannya:

Al Bazzar rah.a. meriwayatkan dalam kitab La’aali Mashnu’ah bahwa jika seseorang meninggal dunia, sementara di rumahnya orang-orang sedang sibuk menyediakan kain kafan dan persiapan pengebumian, tiba-tiba ada seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala si mayit. Ketika kain kafan mulai dikenakan, ia berada di antara dada dan kain kafan itu. Ketika sudah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat, yaitu Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan porses tanya jawab. Namun orang tampan itu berkata, “Orang ini adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimana pun, aku tidak bisa meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan menanyainya, lakukanlah tugas kalian. Aku tidak akan berpisah dengannya sehingga ia dimasukkan ke dalam Surga.” Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata, “Aku adalah al Qur’an yang telah engkau baca kadangkala dengan suara keras dan kadangkala dengan perlahan. Jangan khawatir, setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini engkau tidak akan lagi mengalami kesulitan.” Setelah para malikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari al Malai’il A’la.

Dari Sa’id bin Sulaim r.a. secara mursal bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pemberi syafaat (penolong) yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada al Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat, dan bukan pula yang lain.” (Hr. Abdul Malik bin Habib – Syarah Ihya)

Masya Allah, luar biasa sekali jika menjadikan Al-Qur’an sebagai pembimbing kita nanti, salah satunya untuk menghadapi penguji di dalam kubur, yaitu Munkar dan Nakir. Wajar lah jika kita khawatir tentang penguji TA, tetapi seharusnya inilah yang lebih kita khawatirkan. Mari saling mengingatkan :).