Home » Islam » Pembimbing dan Penguji TA, Perlukah Dikhawatirkan?

Pembimbing dan Penguji TA, Perlukah Dikhawatirkan?

Hello WordPress! Langsung saja, postingan pertama saya di blog ini adalah tentang kegalauan TA (Tugas Akhir/Skripsi). yeah.

Saat ini di program studi saya, Teknik Informatika ITB, sedang memasuki masa seminar TA. Dan tidak bisa dihindari bahwa trending topic mahasiswa IF saat ini adalah tidak jauh dari pembimbing dan penguji.

“Duh penguji gw siapa ya..?”, “Kalo Pak/Bu X mampus dah gw”, “Lu mah enak pembimbingnya Pak/Bu Y, pasti pengujinya ga berani ngebantai“, dll dsb

Dan setiap saya mendengar pembicaraan sejenis ini, entah kenapa saya terpikirkan sesuatu. Masih terkait pembimbing dan penguji. Tapi terkait juga tentang kehidupan setelah kematian.

Tentu umat Islam telah tau bahwa ketika mereka telah berada di dalam kubur, hanya mengenakan kain kafan, gelap, sendirian, akan datang dua malaikat penguji yaitu Munkar dan Nakir. Dikatakan bahwa ujian ini sangat berat, dan jika gagal maka siksa kubur telah menanti. Bukan sejam, seminggu, sebulan, setahun, melainkan beribu-ribu tahun lamanya.

Nah terkait pembimbing, saya teringat pernah membaca di buku Fadhilah Amal, berikut kutipannya:

Al Bazzar rah.a. meriwayatkan dalam kitab La’aali Mashnu’ah bahwa jika seseorang meninggal dunia, sementara di rumahnya orang-orang sedang sibuk menyediakan kain kafan dan persiapan pengebumian, tiba-tiba ada seseorang yang sangat tampan berdiri di kepala si mayit. Ketika kain kafan mulai dikenakan, ia berada di antara dada dan kain kafan itu. Ketika sudah dikuburkan dan orang-orang mulai meninggalkannya, datanglah dua malaikat, yaitu Munkar dan Nakir yang berusaha memisahkan orang tampan itu dari mayat agar memudahkan porses tanya jawab. Namun orang tampan itu berkata, “Orang ini adalah sahabat karibku. Dalam keadaan bagaimana pun, aku tidak bisa meninggalkannya. Jika kalian ditugaskan menanyainya, lakukanlah tugas kalian. Aku tidak akan berpisah dengannya sehingga ia dimasukkan ke dalam Surga.” Lalu ia berpaling kepada sahabatnya dan berkata, “Aku adalah al Qur’an yang telah engkau baca kadangkala dengan suara keras dan kadangkala dengan perlahan. Jangan khawatir, setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini engkau tidak akan lagi mengalami kesulitan.” Setelah para malikat itu selesai memberi pertanyaan, ia menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera yang penuh dengan kasturi dari al Malai’il A’la.

Dari Sa’id bin Sulaim r.a. secara mursal bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Tidak ada pemberi syafaat (penolong) yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada al Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat, dan bukan pula yang lain.” (Hr. Abdul Malik bin Habib – Syarah Ihya)

Masya Allah, luar biasa sekali jika menjadikan Al-Qur’an sebagai pembimbing kita nanti, salah satunya untuk menghadapi penguji di dalam kubur, yaitu Munkar dan Nakir. Wajar lah jika kita khawatir tentang penguji TA, tetapi seharusnya inilah yang lebih kita khawatirkan. Mari saling mengingatkan :).

Advertisements

3 thoughts on “Pembimbing dan Penguji TA, Perlukah Dikhawatirkan?

    • Setau gw ga dilarang kok bej, ini maksudnya mengingatkan ada hal lain yang perlu lebih diperhatikan
      ini juga gw sambil mengingatkan diri sendiri 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s