Home » Life Experience » Ngerjain Penipu XD

Ngerjain Penipu XD

Lagi bosen di kamar, kejebak hujan ga bisa keluar, tiba-tiba ada telepon ga dikenal.

P1 (penipu): (nangis) “Pa tolong pa adek kena razia pa huhuhu”

S (saya): “Ini siapa?”

P1: “Ini adek pa lagi di kantor polisi huhuhu”

Jiah ketauan ini kemungkinan besar penipuan, boro-boro punya anak, jodoh aja belum ketemu (curcol), nangisnya juga kayak dibuat-buat, langsung saya tutup.

Tapi berhubung lagi bosen kayaknya seru juga ngerjain penipu, yaudah saya miscall berharap ditelpon lagi (kalo saya yang nelpon sayang pulsa wkwk). Dan beneran ditelpon lagi.

P1: “Kak tolong kak adek kena razia huhu” (tiba2 jadi ‘kak’ haha, entah tadi salah denger atau memang saya bersuara lebih muda)

S: “Ini Kiki ya? kamu kenapa Kiki?” (nyebut nama biar berasa percaya, namanya ngasal)

(Teleponnya dikasih ke orang lain, sekarang suaranya berat)

P2: “Halo, ini dengan bapak siapa?”

S: “Saya Amat” (ngasal lagi)

P2: “Bapak Amat, saya briptu Iwan dari kepolisian, Kiki sedang bersama kami, dia terjaring razia, tertangkap membawa narkoba jenis sabu-sabu di motornya dst dsb” (ngomong panjang lebar cepet bener kayak penyiar radio, keliatan udah sering modus ginian)

S: “Ga mungkin pak, Kiki anak baik-baik kok!” (pura-pura panik)

P2: “Demi menjaga nama baik keluarga bapak, bapak mau Kiki dipenjara atau kita selesaikan dengan jalan kekeluargaan?” (pasti duit nih)

(Basa-basi kurang percaya dulu sebelumnya, tapi P2 terus meyakinkan dengan jurus omongan panjang lebar yang ga ada intinya)

S: “Kalau bisa jalan kekeluargaan pak”

P2: “Kalau begitu bapak bisa kirimkan 10 juta sebagai ucapan terima kasih, anak bapak sudah saya amankan di mobil pribadi saya, nanti akan diantar pulang oleh rekan saya” (tuh kan duit)

P2: (bukan ngomong ke saya tapi sengaja kedengeran) “Sudah, sudah, jangan dipukuli lagi”

S: “Waduh pak besar sekali uangnya”

P2: “Yasudah bapak adanya berapa?”

S: “1 juta pak”

P2: “Yasudah anda transfer saja dalam bentuk pulsa, jangan bicarakan ini dengan siapapun, teleponnya tidak usah ditutup supaya kami bisa dengar bapak beli pulsa” (buset pulsa 1 juta haha)

Akhirnya saya dikasih dua nomor telepon telkomsel, diminta transfer masing-masing 500 ribu. Tapi saya buat lama dan berbelit-belit, berikut cuplikannya:

P2: “Kenapa pulsanya belum masuk?”

S: “Mungkin gangguan pak, ditunggu aja”

P2: “Yasudah beli voucher aja 100 ribu, nanti sebutkan nomornya”

(setelah sekian lama)

S: “Ini pak nomornya” (ngasih 16 digit ngasal)

P2: “Nomornya salah ini! kamu jangan main-main ya dengan saya! Mau Kiki saya penjarakan?!!” (mulai kesel)

S: “Benar pak ini, voucher 100 ribu! Nih tulisannya: smartfren 100 ribu”

P2: “Kenapa beli smartfren! Yang simpati! Aduh gimana bapak ini!”

S: “Oh beda ya pak”

P2: “Cepat beli yang simpati! Waktu anda tidak banyak, banyak kasus yang harus saya tangani!”

(setelah sekian lama lagi)

S: “Pak kalau yang simpati ga ada”

P2: “Jangan main-main ya! saya tidak dengar kamu bicara dengan counternya!”

S: “Benar pak, nih kalo ga percaya dengerin orang counternya”

(Buka google translate, pake fitur speech)

Google Translate: “habis.”

P2: “Kamu jangan main-main ya sama saya!” (beneran marah ini kayaknya wkwk)

Cuplikan lain:

S: “Saya mau ngomong dulu sama Kiki, saya mau pastikan dia aman”

P2: “Tadi kan bapak sudah bicara, Kiki sudah saya amankan di mobil saya bla bla” (keluar lagi jurusnya)

S: “Saya harus bicara! Jangan-jangan itu bukan Kiki”

(P2 terus berkelit, iya sih kalo saya ngomong ke P1 pasti saya bakal ngasih pertanyaan yang ga bisa dia jawab)

S: “Saya mau pastikan, coba tanyakan nama lengkapnya Kiki siapa”

(P2 masih berkelit)

S: “Yasudah coba dulu tanya, namanya Kiki Walawala bukan”

P2: “Siapa?”

S: “Kiki Walawala”

P2: “…Iya dia bilang namanya Kiki Walawala”

S: “Lah tapi Kiki Walawala ada di tempat saya, dia pasti kembarannya!”

P2: “Siapa namanya?”

S: “Kiki Welewele”

P2: “…”

P2: “Iya betul pak” (kayaknya nahan kesel wkwk)

Akhirnya lama-lama puas n cape juga, total udah 40 menit lebih kebanyakan karna nunggu saya beli pulsa padahal cuma duduk depan laptop haha. Akhirnya saya pura-pura sadar kalo ‘Kiki’ ternyata tidak di kantor polisi dan si penipu langsung tutup telponnya.

Sebenernya akhirnya pengen epic gitu tapi ga kesampean haha, padahal udah direkam loh pembicaraannya :P. Pembaca yang punya teknik ngerjain penipu yang epic, silakan komentar mungkin lain kali bisa dipake :D.

Advertisements

13 thoughts on “Ngerjain Penipu XD

  1. serius ini? wew,,, selamat!

    waktu itu saya ditelpon terus bunyinya “ini saya pak”… karena agak gak ngerti, jadi tak tutup aja. coba dikerjain aja ya,,,

  2. serius, sebenernya pengen aplot rekamannya tapi males kak

    hha tapi agak kasian juga kak malah dia yang buang-buang pulsa tanpa hasil 😛

  3. Nih rekamannya tapi cuma sepotong, kepanjangan soalnya hha
    [audio src="https://dl.dropboxusercontent.com/u/45736652/Ngerjain%20Penipu%20XD.mp3" /]

  4. Pingback: Semarak Iklan Via SMS | Blog Kemaren Siang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s